Mari kita kenali jenis kain lainnya secara singkat aja.
1. Spandex Atau sering juga ditulis spandek saja. Ternyata kain ini muncul sejak jaman perang dunia ke – II. Spandek merupakan serat sintetis yang tidak bisa terbentuk sendiri. Tapi harus digabungkan dengan serat yang lainnya seperti poliester ataupun katun. Spandek sendiri mempunyai elastisitas yang super, bisa meregang 5-7 kali panjang sebenarnya. Pada tahun 1959 Du Pont mencintakan spandek jenis baru yang diberi naa Lycra. Sejak saat itu banyak yang mengembangkan spandek menjadi beberapa jenis. Seperti katun spandek, spandek rayon, spandek super, spandek korea, spandek jersey dan lainnya.
~ Spandex Rayon Spandex rayon adalah kain yang merupakan campuran dari serat spandex dan rayon. Rayon sendiri sering disebut dengan Linen, yang teksturnya mirip dengan cotton, tapi lebih lembut ya. menyerap keringat dan juga adem. Tapi kelemahannya jadi mudah kusut. Dengan perpaduan spandek + rayon jadilah kain yang teksturnya lembut, elastis, tidak mengkilat dan adem. ini contoh baju yg menggunakan bahan spandek rayon
~ Spandek Rayon Super Ini merupakan kualitas
spandek rayon yang lebih bagus lagi. Karakteristik kainnya saa saja,
hanya sedikit lebih tebal dari spandek rayon. Contoh baju yang
menggunakan bahan spandek rayon super
~ Spandek Jersey
Spandek Jersey merupakan Perpaduan dari serat spandex yang memiliki
tingkat kelenturan tinggi dan juga rayon yang memiliki karakteristik
benang yang menyerap panas serta benang dari serat bambu yang ringan.
Kain ini sedikit mengkilap, melar, halus, adem, menyerap keringat dan
juga lembut. Sangat cocok dipakai sebagai bahan baju harian, aku sendiri
paling suka memakai baju yang terbuat dari jersey. Contoh baju yang
menggunakan bahan jersey
~ Spandek Korea
Spandek Korea atau disebut juga ITY spandek, kependekan dari
Interlocked Twisted Yarn. Karakter kain ini mirip dengan jersey. Melar,
halus, lembut, mengkilap, ” JATUH” dan juga lebih berat daripada spandek
rayon maupun spandek jersey. Untuk sebuah baju maxi yang terbuat dari
bahan spandek korea rata – rata memiliki berat di atas 7 ons / bajunya.
Contoh baju yang menggunakan bahan spandek korea
~ Spandek PE
Kain ini memiliki bahan dasar PE ( Poli Ester ). Untuk kualitasnya
masih di bawah katun. Bentuknya mirip kaos tapi lebih tipis, sehingga
untuk bahan baju yang terbuat dari spandek PE harganya cenderung murah.
Untuk baju Branded, jarang sekali menggunakan bahan spandek PE ini.
Contoh baju yang menggunakan spandek PE
2. Sifon ( Chiffon )
Sifon merupakan jenis kain yang terbuat dari bahan kapas, sutra dan
serat sintetis. Kain ini sifatnya panas, tipis, licin. Kebanyakannya
dipakai sebagai bahan kerudung, dan pemakaiannya pun harus menggunakan
ciput. Namun meskipun tipis banyak sekali orang yang menggemari pakaian
yang terbuat dari sifon ini. Tentunya pakaian itu berfuring alias ada
lapisan dalanya agar tidak nerawang. Seperti pada baju2 kaftan, banyak
sekali yg menggunakan bahan sifon. Dan pemakaiannya tentu saja harus
disertai manset. Sifon ini sering juga digunakan sebagai bahan rok.
Contoh baju yang menggunakan bahan sifon
3. Ceruty
Teksturnya mirip kulit jeruk, dan juga elastis karena mengandung sutra.
Penampakannya sekilas mirip sifon juga tapi sedikit lebih tebal. Ketika
dipakai sebagai bahan baju juga ceruty sering menggunakan furing
sebagai lapisan dalamnya agar tidak nerawang saat dipakai. Contoh baju
yang menggunakan bahan ceruty
4. Hycon
Klo dilihat sekilas, hycon ini mirip dengan sifon, hanya saja kalau
sifon itu lebih licin. Meskipun begitu hycone lebih lembut lagi. Selain
untuk baju2 maxi atau atasan. hycon juga sering digunakan sebagai bahan
cardigan. Contoh baju dengan bahan hycon
5. Wedges
Wedges bentuknya tebal, sedikit licin, kaku dan agak stretch ( melar) .
Cocok digunakan sebagai baju2 formal seperti blazer, jas, dan pakaian –
pakaian kerja lainnya. Cntoh baju yang menggunakan bahan wedges
6. Twistcone
Twistcone ini mirip dengan sifon, hanya saja lebih tebal. Sama seperti
sifon, bahan ini tidak melar, tidak menyerap keringat tapi juga tidak
mudah bau. Contoh baju yang menggunakan bahan twistcone
7. Brukat
Brokat atau brocade, berasal dari kata broccato yang berarti kain yang
disulam. Jadi jangan samakan brukat dengan lace ( renda ) maupun
embroidery ( bordir ). Brukat tergolong jenis kain yang mewah, selalu
hadir dengan motif2 tertentu yang memberikan kesan elegan. Biasanya
brokat dibuat dengan pola tertentu seperti bunga maupun dekorasi
lainnya. Sangat cocok untuk pakaian pesta. Di Yogya, katanya beberapa orang menyebutnya dengan broklat. ntahlah knapa jadi
begonoh?
8. Denim "....bahannya denim apa jeans? “. Sebenarnya denim dan jeans itu sangatlah
berbeda, mari kita bongkar. Denim adalah nama bahan, sedangkan jeans
adalah nama produk (celana ) yang terbuat dari denim. Namun seiring
berkembangnya fashion belakangan ini, jeans pun seakan2 menjadi nama
bahan. Simplenya, denim adalah bahan jeans yang lebih tipis, itulah
asumsi di otak kita. Kita buka sejarahnya yuks…. Denim adalah sebuah
bahan dari sebuah kota yg berasal dari Prancis, yang bernama Nimes.
Awalnya bahan ini disebut Serge de Nimes, lalu kemudian disingkat
menjadi denim (de Nims). Denim merupakan bahan yg kokoh terbuat dari
katun twill. Warna biru dari denim merupakan hasil dye ( pencelupan ) dari tanaman indigo
yang telah dipergunakan sejak 2500 tahun sebelum masehi. Karena
banyaknya permintaan akan bahan denim ini, akhirnya dibuatlah indigo
sintetis, yang pertama kali ditemukan oleh Adolf Von Baeyer pada tahun
1878. Seiring berkembangnya zaman, denim tidak lagi berwarna biru saja,
naun dikembangkan menjadi berbagai warna. Sementara untuk jeans sendiri
itu pertama dibuat sekitar tahun 1560 an di kota Genoa, Italy. Awalnya
mereka membuat celana jeans ini dengan pemikiran butuh celana yang kuat
untuk keperluan menambang. TErnyata ini bukan hanya disukai warga Genoa,
warga Prancis juga ternyata menyukainya. Orang Perancis menamai celana
dari denim buatan Genoa dengan nama Genes ( Celana dari Genoa). Para
pedagang dari Inggris dan Amerika membawa celana denim ini ke negaranya,
dan mereka melafalkan celana Genes ini dengan JEANS. Pada tahun 1850-an
denim pertama kali digunakan sebagai bahan dasar jins oleh Levi`s
Strauss sebagai salah satu merk pioneer celana berbahan denim. Namun
kembali ke perkembangan fashion saat ini di Indonesia, jeans sudah
menjadi sebutan untuk sebuat bahan. Ntah itu celana, kemeja maupun baju2
maxi yang teksturnya kaku dan tebal. Sementara denim sendiri diartikan
sebagai jeans yang penampakannya lebih tipis. Ga perlu ngasi gambar baju
denim ya, karena sista2 sudah sangat familier tentunya dengan bahan
ini.
9. Spandek Denim
Menindak lanjuti bahasan sebelumnya, kali ini muncul bahan bernama
spandek denim. Perpaduan dari bahan denim dengan spandek yang akhirnya
menghasilkan sebuah bahan yang kalau dilihat seperti denim tapi stretch
alias bisa melar. Contoh baju yang menggunakan bahan spandek denim
10. CVC (Cotton Viscose )
Bahan ini serupa kaos yang terbuat dari cotton combed dan viscose. adem
dan menyerap keringat. Bahan ini tingkat susut polanya lebih kecil
dibanding cotton. Sering kali digunakan sebagai bahan baju anak. contoh
bajunya
11. Babytery
Awalnya bahan ini disebut Baby Tray. Teksturnya lembut, tebal, dan
tidak berbulu. Kata Babytery sendiri muncul karena bahan ini awalnya
dibuat untuk baju2 bayi. Seiring waktu bahan ini pun digunakan untuk
membuat baju2 dewasa, seperti sweater, blazer, coat, dan lainnya.
Jadilah bahan ini familier dengan sebutan Babyterry. Contoh baju yang
terbuat dari babytery
12. Satin / saten
Dulu waktu aku masih kecil, satin itu aku tahunya bahan yg dibuat
gorden di rumahku, licin dan sedikit panas. eh sekarang setelah jualan
baju, tau juga aku kalau satin itu dibikin baju juga, hehe. Kesannya
baju yg terbuat dari satin itu elegan, namun untuk aku pribadi yg
kebanyakan di rumah tidak begitu nyaman dengan baju berbahan satin.
meskipun satinnya udah dibikin baju tidur, tetep aku ga suka. licin,
mengkilat dan tipis. tipis disini ya seperti tipisnya katun. satin juga
tidak transparan. ini contoh baju yang menggunakan bahan satin dan
terbasuk baju best seller tahun ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar